Dari laporan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Lumajang, hingga tahun 2018, jumlah buku yang ada perbandingannya, 1 buku dibaca 6 orang. Sedangkan sesuai standar, seharusnya 1 orang membaca 2 buku.
![]() |
| Perpustakaan jalanan oleh komunitas di Lumajang |
Pustakawan Perpustakaan Lumajang, Cindy Vionariska saat dikonfirmasi menyampaikan, saat total buku yang dimiliki oleh Lumajang, jumlahnya memang dikatakan tidak memenuhi standar.
Namun pihak perpustakaan tiap tahunnya sudah melakukan pengadaan buku. Terakhir pengadaan pada 2017 lalu. Jika dibandingkan dengan sebelumnya, ada penambahan buku yang lumayan banyak sebenarnya.
“Di tahun 2017, ada penambahan 2 ribu eksemplar,” katanya. Namun untuk data jumlah kongkritnya, Ia belum bisa menyebutkan.
Namun jumlah buku yang ada nampaknya tidak sepenuhnya berbanding lurus dengan minat baca masyarakat. Hal ini bukan dialami oleh Lumajang saja, namun juga daerah lainnya. “Kalau masalah ini, dialami oleh semua daerah,” tegasnya.
Untuk itu, pihaknya terus menggenjot minat baca di Lumajang. Serta terus menggalakkan literasi dengan berbagai cara dan upaya. Dan hasilnya, Lumajang bisa mendapat penghargaan sebagai kabupaten literasi. (fin)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar