![]() |
| Pantai Dampar |
“Kita tidak ikut mengelola kali ini, karena warga di sana menolak,” kata Waka Perhutani Lumajang, Mukhlisin, S.Hut, Kamis (21/6).
Perhutani memilih untuk tidak memaksakan diri terlibat di sana agar tidak terjadi perselisihan dengan warga di sana. Seperti yang pernah terjadi sebelumnya pada libur tahun baru. Perhutani juga ditolak warga setempat.
“Jadi untuk tiket masuk, parkir, dan sebagainya dilakukan warga setempat,” ujarnya.
Sebelumnya pihak Perhutani sudah berusaha untuk mendekati warga di sana agar bisa memahami regulasi yang ada. Namun hal itu tidak membuahkan hasil. Penolakan tetap saja ada, dan warga setempat memilih untuk mengelola tempat wisata itu sendiri.
Bahkan Komisi A dan pihak desa sudah turun tangan untuk menyelesaikan persoalan ini. Namun tetap saja buntu. Masyarakat masih tetap berpegang pada pilihannya, Perhutani maupun pihak desa tidak dilibatkan.
“Jadi ketika ada permasalahan di sana, Perhutani sudah tidak ikut campur saat ini,” katanya.
Ia juga menghimbau kepada masyarakat, jika ada yang mengatasnamakan Perhutani dalam pengelolaan wisata di sana, itu tidak benar. Baik itu pencatutan nama dalam penarikan tiket dan sebagainya. (fit)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar