
Keputusan warga ini disampaikan pada Kapolres Lumajang AKBP Arsal Sahban saat melakukan rekonstruksi kejadian di sana, Kamis (7/2), sore. Karena banyak warga yang hadir untuk melihat langsung pelaku, Miskal (53) memperagakan aksinya ketika membacok korban, Matsun Hadi.
“Saya bertanya kepada masyarakat di sana, semuanya sepakat jika portal pasir yang ada tetap ditutup,” kata kapolres pada wartawan.
Karena sesuai keterangan korban pada polisi, insiden pembacokan itu bermula saat dirinya dituduh sebagai provokator untuk menutup jalan agar tidak dilalui truk pasir. Ditambah saat bertemu di portal itu, pelaku juga tersinggung dengan tindakan korban.
“Terjadi pro kontra dalam masyarakat mengenai boleh tidaknya armada tambang pasir melewati jalan desa. Disamping itu beberapa perangkat desa merasa terintimidasi oleh orang-orang yang terkait dengan tambang,” ujar kapolres.
Dengan adanya penutupan jalur truk pasir ini, kapolres pun meminta pada pihak pemilik tambang di sana mencari cara lain untuk mengangkut pasir. “Bisa cari cara lain, untuk mengangkut pasir dari lokasi tambang tanpa harus truk melewati jalan tersebut,” ujarnya.
Kapolres menambahkan, Ia tidak ingin terjadi peristiwa Salim Kancil ke-2. “Masyarakat jangan sampai merasa resah karena peristiwa ini. Tim Cobra akan memastikan Kota Lumajang ini aman dari pengacau,” pungkasnya. (It)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar