
Saat ini yang sudah mulai dikerjakan adalah sedotan bambu dan gelas bambu. Bupati Thoriqul Haq pun memberikan apresiasi atas kreativitas dari masyarakat sekitar, yang berperan dalam mengelola bambu menjadi barang yang memiliki nilai jual.
Menurutnya, dengan menggunakan sedotan berbahan dasar bambu tersebut, diharapkan dapat mengurangi sampah sedotan plastik. Untuk itu, Ia berharap agar ke depan Pokdarwis dapat melakukan pelestarian bambu secara menyeluruh.
“Ini nanti akan kami usulkan kepada semua OPD (Organisasi Perangkat Daerah, red), agar memakai sedotan dan gelas bambu tersebut di kantor masing-masing,” ujarnya.
“Kami juga akan terus berupaya untuk mengoptimalkan obyek wisata Hutan Bambu, sehingga dapat menarik masyarakat dalam maupun luar Lumajang untuk berwisata di sini,” kata bupati saat berkunjung ke sana, Rabu (22/5).
Obyek wisata ini memiliki area seluas 14 hektare. Selama ini, potensi desa ini dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat. Thoriq menambahkan, potensi ini telah mengalami perkembangan yang menggembirakan, selain sektor pariwisata, juga perekonomian.
“Mulai dari pembibitan hingga pemeliharaan, sehingga potensi yang ada di Desa Sumber Mujur dapat berkembang. Ini luar biasa sekali ya, dengan sekian banyak potensi di sini. Apabila dikelola dengan baik, maka ini akan bisa menghasilkan nilai tambah,” pungkasnya. (It)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar