
Kapolsek Sumbersuko, AKP Sugianto, SH kepada media mengatakan, mayat korban pertama kali ditemukan oleh Sri Tatik, ibu kandung korban. Melihat hal itu dia minta tolong warga, kemudian dilaporkan ke Polsek Sumbersuko.
"Kami bersama anggota datang ke lokasi terus melakukan proses olah TKP, kemudian mengevakuasi mayat korban," tuturnya.
Awalnya, pihaknya hendak membawa jenazah korban ke RSUD dr. Haryoto untuk dilakukan outopsi guna memastikan penyebab kematiannya. Tapi keluarganya menolak dan menganggap sebagai musibah dengan membuat surat pernyataan bermaterai.
"Jenazah korban divisum oleh tim medis Puskesmas tidak ditemukan adanya unsur penganiayaan. Korban murni meninggal dunia karena gantung diri," terangnya.
Masih kata Kapolsek, sejak kecil korban ini diambil sebagai anak angkat oleh saudara ibu kandungnya yang bernama Taukhid. Semenjak kedua orang tua angkatnya dinas di luar kota, korban tinggal sendirian di rumahnya.
"Orang tua angkatnya itu pulang seminggu sekali," katanya.
Tadi itu menurut Kapolsek ibu kandung korban (Sri Tatiik) datang. Melihat pintu rumah korban tidak terkunci, dia terus masuk berniat hendak memasak dan melihat korban dalam kondisi gantung diri.
"Kata warga, korban semasa hidupnya jarang bergaul dengan warga. Mungkin stres," jelasnya.(jb)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar