Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2018, yang jatuh pada Selasa (2/5) menjadi momentum bagi kebangkitan pendidikan di Indonesia secara umum dan di Lumajang secara khusus.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Lumajang, Drs. Sugiono Eksantoso, MM, menyampaikan, dalam Peringatan Hardiknas tahun ini bisa menjadi langkah untuk pendidikan yang lebih bagus dan maju kedepannya.
![]() |
| Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Lumajang Drs. Sugiono Eksantoso, MM. |
“Tidak perlu lagi ada aksi kekerasan, bisa diselesaikan dengan cara baik-baik,” ucapnya.
Sugiono menegaskan, para guru harus bisa meneladani sosok Ki Hadjar Dewantara, pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia di zaman penjajahan Belanda. Yakni guru harus bisa menjadi contoh bagi muridnya.
“Ketika ada kekerasan yang dilakukan oleh guru, tentu murid akan mencontoh,” jelasnya.
Untuk itu, jika ada permasalahan pada si murid, pertama yang harus menyelesaikan adalah wali kelas. Jika belum bisa, baru ke guru bimbingan konseling. Jika masih belum bisa, baru ke kepala sekolah.
“Dalam menyelesaikan masalah ini, juga orang tua harus dilibatkan. Bukan ketika murid mau dikeluarkan dari sekolah baru dipanggil orangtuanya,” ungkapnya.
Kemudian, mengenai narkoba yang mulai mengancam dunia pendidikan, pihaknya sudah memiliki upaya untuk menangkal ini. Yakni dengan menggandeng pihak Badan Narkotika Nasional (BNN).
“Kita akan ada kerjasama, sehingga tindakannya akan tepat,” pungkasnya. (fin)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar