![]() |
| Pedagang ayam di Pasar Baru |
Selain itu, stok pakan ternak di pasaran menurut Bambang juga berkurang. Karena mulai ada beberapa pabrik pakan ternak yang ekspor ke Uni Eropa. “Sehingga pemasok dalam negeri berkurang. Padahal peminatnya tetap,” ujarnya.
Penyebab lainnya adalah berkurangnya stok ayam hidup. Namun stok ayam berkurang juga tidak luput akibat dari mahalnya pakan ternak. “Pantauan kami pedagang yang ada di pasar itu, jatahnya dikurangi dari peternak,” jelasnya.
Harga ayam hidup dari peternak saat ini juga naik. Belum lagi kemudian ditambah biaya proses dari penyembelihan hingga siap jual. Terpaksa, pedagang ayam potong juga menaikkan harganya.
Tidak hanya itu, stok di pasaran bukan hanya berkurang, namun sempat kosong. Karena peternak di Lumajang hampir semuanya bermitra dengan pengusaha dari luar daerah. Jatah bibit ayam untuk peternak di Lumajang juga dikurangi oleh mitranya.
“Kebanyakan mereka memenuhi yang sana dulu, baru di sini. Biasanya pedagang itu menjual 1,5 kwintal sekarang setengah kwintal sudah bagus. Sedikit jatahnya. Sempat kosong di pasaran,” ungkap Bambang.
Kondisi seperti ini kata Bambang bukan hanya terjadi di Lumajang. Hampir semua di wilayah Jawa Timur, harga daging ayam mencapai Rp 40 ribu perkilogram. Ia menambahkan, jadi penyebabnya bukan karena jelang Hari Raya Idul Adha.
“Bukan dampak jelang Idul Adha. Karena ada pengurangan stok ayam. Apalagi ayam buras tidak boleh dipanen sebelum berusia 40 hari,” pungkasnya. (fit)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar