![]() |
| Petugas gabungan saat mengevakuasi kedua mayat korban |
Atas laporan itu, petugas Linmas bersama warga kemudian melakukan pencarian dengan menyusuri semak mendekati jurang dengan kedalaman 110 meter, ditemukan sebuah kerudung, sandal serta topi. Penasaran, petugas Linmas bersama warga langsung menelusuri hingga ke bawah jurang.
Betapa kagetnya warga ketika melihat pasutri tersebut sudah meninggal dunia dengan lokasi berdekatan. Atas temuan itu kemudian dilaporkan ke Kepala Desa Sidomulyo, Polsek, Koramil dan Puskesmas Pronojiwo dilanjutkan ke BPBD Lumajang dan Basarnas Pos Sar Jember.
Sebenarnya, menurut Teguh, mayat korban oleh petugas gabungan akan dievakuasi malam itu juga. Karena kabut cukup tebal, apalagi medannya sangat curam, proses evakuasi ditunda dan dilakukan pada Rabu (1/8), sekitar pukul 06.00 WIB dipimpin ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) Peltu Sugiono.
“Alhamdulillah proses evakuasi mayat korban berjalan lancar, meski harus bertaruh nyawa. Pukul 08.15 WIB, TRC sudah berada di lokasi ditemukan mayat. Pukul 09.53 WIB, kedua mayat korban sudah berhasil dinaikkan,” tuturnya.
Disinggung apakah pasutri itu tewas bunuh diri dengan cara melompat ke dalam jurang sedalam itu, Kepala BPBD Lumajang mengatakan, kasus itu sudah ditangani Polsek Pronojiwo. “Sepeda motor, kerudung, sandal juga topi sudah diamankan di Polsek Pronojiwo Mas,” katanya.
Sementara itu Kapolsek Pronojiwo, Iptu Khusnan melalui Kanit Reskrim, Purnomo ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Sudah kami tangani, pihak keluarga korban juga sudah kami mintai keterangan,” katanya.
Menurut keluarga korban, sebelum bulan puasa Ramadhan kemarin, korban bernama Muchamad Santoso pernah melakukan percobaan bunuh diri sebanyak 2 kali dengan cara menenggak cairan pembersih lantai merk Wipol. Namun sempat diketahui oleh keluarganya.
Karena kondisinya mengkhawatirkan, korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit terdekat. “Korban sempat menjalani rawat inap selama 2 Minggu Mas,” ungkapnya.
2 Minggu kemudian setelah keluar dari Rumah Sakit, korban ini juga berusaha bunuh diri dengan cara menabrakkan sepeda motor yang dikendarai terhadap kendaraan lain. Tapi gagal. Keluarganya juga mengatakan, korban bersama istrinya tidak memiliki riwayat penyakit yang membahayakan.
“Korban mengalami depresi hingga beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri, semenjak anak keduanya bernama Inggar Rahmawati meninggal dunia terlibat kecelakaan. Korban juga sering mengaku bersalah atas kematian putrinya itu,” ungkapnya lagi.
Masih kata Kanit Reskrim, setelah proses evakuasi selesai, mayat korban rencananya hendak dikirim ke RSUD dr. Haryoto Lumajang untuk diOutopsi. Tapi, keluarganya menolak. Usai divisum luar, mayat korban terus diserahkan kepada keluarganya.
“Apakah pasutri ini bunuh diri dengan cara melompat, atau bagaimana masih kami dalami,” pungkasnya.(cho)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar