
Tiba di kawasan hutan yang juga dijadikan wahana wisata itu, Ia meninjau langsung sejumlah potensi usaha yang ada. Seperti usaha peternakan kambing, susu sapi perah, dan sejumlah usaha kecil lainnya.
Saat ini, usaha yang ada banyak dibantu oleh BUMN, khususnya bank untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR). Ia ingin kedepan, potensi yang ada bisa terus digenjot. Bisa lebih berkembang lagi. “Potensinya di Desa Burno ini sangat besar,” ucapnya.
Namun ada sejumlah kendala di sana. Kondisi jalan yang rusak menjadi keluhan dari masyarakat setempat. Bahkan hal ini bisa berdampak pada terkendalanya distribusi hasil usaha yang ada. Keluhan ini disampaikan langsung pada Rini.
Salah satu dampaknya adalah, untuk hasil susu perah misalnya. Saat pengiriman yang dilakukan, ketika kondisi jalan tidak bagus, berdampak pada kualitas susu. Saat perjalanan, semakin sering susu kena goncangan kualitasnya menurun.
“Sampai di sana, susunya jadi jelek. Kemudian kadang tidak diterima,” ungkapnya.
Untuk itu, Ia ingin BUMN yang di wilayah Lumajang untuk ikut membantu memperbaiki akses jalan yang ada. Salah satunya bisa melaui dana CSR. Sehingga kedepan, dari tempat produksi hingga tujuan pengiriman, tidak ada kendala.
“Jalan yang ditempuh tidak begitu jauh. Hanya sekitar 1,5 kilometer. Tapi kondisinya rusak parah,” pungkasnya. (It)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar